Sekilas pandang tentang SIKNAS dan SIKDA
Kegiatan Pokok SIKNAS:
a. Menata Sistem Informasi Kesehatan
b. Memfasilitasi Pengembangan dan Penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan Daerah c. Menyelenggarakan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data/informasi kesehatan
d. Mengembangkan sumber daya manusia pengelola data/info, dan pemanfaatan teknologi informasi serta pengembangan jejaring bank data
Sumber:
www.litbang.depkes.go.id/download/seminar/simkes/BANK%20DATA%20KAB.ppt -
Strategi pengembangan Sistem Informas Kesehatan Nasional (SIKNAS) dalam Kepmenkes No 551 Tahun 2002 adalah fasilitasi pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA), dimana komponen SIKDA kabupaten/ kota yang terdepan adalah berada pada puskesmas.
Masalah Pengelolaan Data Puskesmas :
Internal
• Kuantitas & Kualitas tenaga pengelola data terbatas
• Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengolahan data terbatas
• Redudansi data: pencatatan data dilakukan berulang-ulang(Jumlah data sangat besar)
• Unintegrated data : Penyimpanan data yang belum terpusat (mengakibatkan data tidak sinkron), Informasi pada masing-masing bagian memiliki asumsi yang berbeda-beda.
External
• Globalisasi menjadi pemicu perubahan dan tantangan saat ini,
• Perkembangan teknologi & telekomunikasi informasi membentuk suatu dunia baru tanpa batas
Salah satu contoh realisasi pengembangan SIKDA adalah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Provinsi ini memiliki 10 langakah dalam merealisasikan pengembangan SIKDA yaitu:
1.Analisis masalah kemudian simpulkan bagaimana mendesignnya
1.Analisis masalah kemudian simpulkan bagaimana mendesignnya
2.Menilai kebutuhan akan pentingnya SIKDA
3.Susun Prioritas agar SIKDA dapat benar-benar Efektif
4.Mengetahui hambatan dan rintangan dalam pencapaian SIKDA
5.Pelajari dan konseling dengan lembaga/dinas yang telah mengembangkan SIKDA
6.Melakukan identifikasi faktor-faktor penyebab sulitnya pengembangan SIKDA
7.Plening (Perencanaan)
8.Organizing (Pengaturan)
9.Directing (Pengarahan)
10.Controling